Jumat, 28 Oktober 2011

Agar Bisa Menikmati Indahnya Dakwah



Oleh : Cahyadi Takariawan

Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah.

Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.

Engkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.

Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah.

Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.

Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya  perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah.

Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.

Maka, resapilah setiap hari setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia.

Selamat menempuh jalan dakwah yang begitu nikmat, setiap waktu setiap saat.

Minggu, 23 Oktober 2011

Tentang jilbab ( pesan untuk muslimah )

Bismillah... mudah2an bisa diambil yg positif yak... ini sharing aja, tdk utk siapa pun secara personal :) #jilbabbb
1. Siapa sih... cewe, wanita, muslimah, akhwat yg ngga mau tampil cantik? Ngga ada kan? :) #jilbabbb
2. Mana ada jg perempuan yg ngga pengen eksis dlm pergaulan? Manusiawi kan? #jilbabbb
3. Memang dunia ini perhiasan yg penuh keindahan, dan perhiasan plg baik (mahal, berharga, berkualitas) adl wanita yg baik. #jilbabbb
4. Yg namanya perhiasan terbaik, tentu hrs dijaga, dirawat, diperhatikan, dan berhati-hati dlm memperlakukannya. :) #jilbabbb
5. Yg namanya perhiasan, pasti juga terbuat dr sesuatu yg bernilai tinggi, mulia... dan tdk utk sembarangan. #jilbabbb
6. Ribet ngerawat dan ngejaganya? Jelas! Karena perhiasan itu pastilah sesuatu yg istimewa... jgn sampai tergores :). #jilbabbb
7. Nah, jika laki2 diibaratkan sbg baja yg makin tangguh setelah diuji dlm tungku yg superpanas... perempuan adl perhiasan. #jilbabbb
8. Klo kita punya perhiasan mahal, pasti kita tahu betapa utk merawatnya diperlukan berbagai tatacara yg khusus. #jilbabbb
9. Tatacara merawat perhiasan, semisal cairan yg digunakan, suhu dsb, semua tercantum dlm sebuah catatan atau buku panduan. #jilbabbb
10. Demikian pulalah dgn perempuan... ada tatacara dlm menjaganya shg tetap berkualitas dlm pesonanya. #jilbabbb
11. Apa sajakah pesona perempuan? Nabi saw mengatakan ada empat faktor: harta, fisik, ortu, dan agamanya. #jilbabbb
12. Dan Nabi saw melanjutkan dgn menganjurkan para laki2 muslim memilih krn faktor agamanya, agar mendapat perhiasan yg terbaik. #jilbabbb
13. Seorg perempuan yg (keluarganya) kaya raya harta pasti menarik, tapi harta itu tdk kekal dan bisa hilang seketika. #jilbabbb
14. Wanita yg menawan secara fisik, manusiawi jika laki2 tertarik. Tp rasa itu terancam hilang seiring berjalannya waktu. #jilbabbb
15. Seorg putri tokoh terkenal jg memberi daya dorong ketertarikan bg laki2, namun itu pun dianggap msh kalah dgn yg terakhir. #jilbabbb
16. Faktor agama inilah yg menjadikan seorg perempuan menjadi perhiasan sejati yg dikagumi setiap insan. #jilbabbb
17. Agama seorg wanita akan membuat rasa cinta kekal kepadanya di dunia, bahkan menjadi pemberat ke surga di akhirat kelak. #jilbabbb
18. Faktor inilah yg jg paling adil bg semua wanita, krn kekayaan, fisik, serta ortu seringkali berada di luar kuasa kita. #jilbabbb
19. Maka, faktor agama inilah yg utama dan berperan dlm menjadikan perempuan sbg perhiasan yg terindah di muka bumi. #jilbabbb
20. Sebgmn lazimnya perhiasan td, maka utk menjaga kualitas seorg perempuan, ada bbg cara yg layak diperhatikan. #jilbabbb
21. Bbg prosedur yg diperlukan dlm merawat perhiasan tsb, tentu saja tujuannya agar kualitasnya tetap terjaga. #jilbabbb
22. Ini jg menunjukkan bhw Allah swt lebih memuliakan kaum perempuan dibandingkan dgn mitranya, laki2. #jilbabbb
23. Seblm msk ke topik utama ttg #jilbabbb, sayah ingin cerita sedikit ttg dialog antara seorg WN Inggris dgn muslim. #jilbabbb
24. Seorg Inggris td bertanya, mengapa dlm Islam tdk diperkenankan menjabat tangan wanita yg bukan mahramnya? #jilbabbb
25. Dijawab dgn pertanyaan oleh lawan bicaranya, "apakah Anda diperkenankan menjabat tangan ratu Inggris?" #jilbabbb
26. "Tentu tidak, tdk sembarang org boleh bersalaman dgn ratu kami," jawab Englishman tsb. Lawan bicaranya yg muslim tersenyum. #jilbabbb
27. "Demikian pulalah dlm Islam," lanjutnya, "bg kami setiap wanita adl ratu, tdk sembarang org boleh bersalaman dgnnya." #jilbabbb
28. Demikianlah slh satu contoh pemuliaan itu, identik jg dgn aturan Islam mengenai #jilbabbb ... yg jg memuliakan perempuan. :)
29. Msk ke inti kultuit #jilbabbb, pertama-tama sayah bahas ttg hukumnya dulu deh. Jgn kuatir, insya Allah ngebahasnya ngga syerem koq. ;)
30. Dlm aturan fiqh Islam, status sesuatu terbagi menjadi dua yakni halal dan haram. Semua hal pasti msk salah satunya. #jilbabbb
31. Nah, kelemahan persepsi kita pd umumnya, adl memaknai "haram" sbg semata-mata "dilarang", dan "halal" dimaknai "boleh". #jilbabbb
32. Pemaknaan "halal-haram" tsb tdk keliru, hanya bisa dibilang agak -maaf- dangkal & berpotensi melahirkan salah pemahaman. #jilbabbb
33. Yg lbh pas adl, saat kita memaknai haram sbg "mendatangkan keburukan" serta halal adl "tdk mendatangkan mudharat". #jilbabbb
34. Shg saat sesuatu dihukumi "haram", yg ada dlm benak kita adl "jika hal tsb dilanggar, akan berakibat buruk bagi kita". #jilbabbb
35. Dan di sisi lain, yg halal pasti juga ada efek negatif bagi kita dlm skala yg kecil, atau relatif bisa ditolerir. #jilbabbb
36. Adapun halal, dibagi menjadi empat kategori: makruh, mubah, sunnah dan wajib; urutannya naik menuju manfaat yg terbesar. #jilbabbb
37. Artinya, sesuatu yg wajib, bisa disimpulkan nilai manfaatnya amat sangat jauh melebihi efek negatifnya. #jilbabbb
38. Nah, siapakah Maha Tahu terkait segala sesuatu? Tentu saja seorg muslim akan menjawabnya, Allah swt. #jilbabbb
39. Karena menutup aurat adl sesuatu yg Ia gariskan dlm kitab-Nya, dlm rangka menjaga perhiasan yg berada di dunia ini. #jilbabbb
40. Apakah manfaat #jilbabbb bg seorg muslimah? Sdh sgt byk sekali testimoni di bbg tulisan, blog, tuit dsb yg menuturkannya. :)
41. Btw, sayah sengaja ngga ngebahas ayat2 atau hadits ttg #jilbabbb, krn hampir semua di antara kita sdh tahu. :)
42. Yg perlu diketahui adl, bhw bimbingan utk menutup aurat ini bukan berasal dr manusia, tapi Allah swt. Jd jaminannya langsung. #jilbabbb
43. Jk berasal dr 'ulama saja (bukan ayat suci), msh memgknkan ada "versi lain" yg lbh sesuai dgn kondisi kita. Tp ini dr Allah. #jilbabbb
44. Maka kita sgt yakin bhw bimbingan ini akan membawa kebaikan yg bsr bagi kita, org2 yg kita cintai, anak-cucu kita, dsb. #jilbabbb
45. Jd mengapa msh ragu, wahai saudariku yg mulia? Pdhl begitu inginnya kita menjadi perhiasan terindah-Nya di dunia ini? :) #jilbabbb
46. Tetap eksis dlm pergaulan, senantiasa tampil penuh kepercayaan diri, ngga ribet sisiran nata rambut klo keluar rmh #eh. ;D #jilbabbb
47. Profil pic tuiter pun ngga monoton dgn -maaf- rambut item doang, ngga perlu pake gambar artis bule & tetep bs berkreasi. ;) #jilbabbb
48. Jg dijamin bhw perempuan yg baik dpt laki2 yg baik juga... alias selevel. Yg pernah kepeleset, dgn tobat bisa dpt org baik. #jilbabbb
49. Dan sekian byk manfaat lain yg tdk mgkn disebut di tuiter semua... meskipun -semisal- sayah punya waktu #hehehe :D #jilbabbb
50. Oke sekian yak, kultuit #jilbabbb ini... smga bermanfaat, dan mhn di-cc ke akun2 yg bisa ikut menyebarkan. Trima kasiii :)

....

Senin, 17 Oktober 2011

Wawancara dengan Anis Matta, Sekjen DPP PKS

PKS “Enjoy” Menterinya di Reshuffle

Dalam kunjungan kerjanya ke Jambi, Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemarin berkesempatan mampir ke Graha Pena Jambi Ekspres Jalan Pattimura. Kunjunganya ke Graha Pena lebih kurang satu jam itu, penuh suasana kekeluargaan dan berlangsung akrab. Berikut beberapa petikan wawancara dengan Wakil Ketua DPR RI ini. 

 Bagaimana bapak melihat dunia pers saat ini ? 

Industry media dan industri politik ini sama sebenarnya, sama – sama terkumpul dalam industri yang saya katakan industri pemikiran. Cuma produknya berbeda, kalau industri politik produknya kebijakan, kalau industri media produknya kata-kata. Kebijakan menghasilkan regulasi di masyarakat, sementara kata-kata menghasilkan frame berpikir masyarakat.

Lalu apa pengaruh kedua dunia ini terhadap masyarakat ?

Memang secara keseluruhan, dalam 13 tahun terakhir, kehidupan masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh dua hal ini, yakni dengan munculnya dua undang-undang, pertama undang-undang kebebasan berpolitik dan undang-undang kebebasan pers.
Dengan adanya kebebasan berpolitik, maka muncul sistim multi partai dan dengan kebebasan pers, maka muncul media – media di negara kita. Hal ini menjadi wajar, karena memang penghalangnya di hilangkan oleh kebijakan negara kita.

Dengan banyaknya industri pers & partai politik apa implikasinya yang terlihat sekarang ini ?

Perkembangan di industri media dan industri politik mengakibatkanya banyaknya pemain yang terjun ke industri ini. Sehingga keduanya mendapatkan permasalahan yang sama.  Yakni masalah sumber daya manusia.

Banyak industri media mengakibatkan mereka sulit mendapatkan sumber daya yang baik, yang siap berkerja keras, bisa belajar cepat dan siap berada di bawah tekanan sementara gaji kecil karena ini industry baru. Sehingga akibatnya, SDM yang direkrut tidak sesuai dengan tuntutan, hasilnya, tulisan di media terkadang kurang baik. Belum lagi persaingan di antara media itu sendiri, dengan teknologi.
Begitu juga di industri politik, untuk satu partai, harus menyediakan 560 caleg DPR RI. Sementara, untuk menjadi caleg harus memiliki empat kriteria, yakni integritas pribadi, kompetensi, popularitas dan uang.
Kalau ada 10 partai, maka kita harus mencari 6000 orang, dan kalau ada 20 partai, maka harus mencari 12000 orang, dari mana kita mencarinya ?

Lantas bagaimana cara Parpol menyikapi soal SDM ini ?

Maka, akibatnya, orang-orang yang menjadi pengambil kebijakan tidak sesuai dengan yang di inginkan, dan hasilnya kebijakan yang diambil tidak baik. Lebih jauh lagi, semakin sering di kritik, maka semakin lama, cintra partai politik terus menurun. Swing voter meningkat setiap waktu.
Akbiat dari tidak maksimalnya dua industry ini, masyarakat menjadi bingung, dan muncul kekacauan-kekacauan.

Di antara dua industry ini, kemudian muncul yang namanya lembaga survey, yang selanjutnya menghubungkan dua lembaga ini.
Lembaga survey memberikan  resep pencitraan terhadap industry politik, pencitraan itu sendiri menggunakan industry media. Hasilnya, setiap ada permasalahan, maka pelaku politik sibuk memperbaiki citra dengan memasang iklan, tanpa memperbaiki permasalahan. Semakin sering industri media melakukan kritik, semakin banyak iklan yang di pasang oleh pelaku di industri politik, karena mereka mementingkan pencitraan.
Ini yang ingin saya sampaikan, bawa kita (industri politik dan industri media) sama-sama bertanggungjawab  mendisain masyarakat Indonesia kedepan

Terkait isu reshuffle yang akhir-akhir ini muncul di pusat, ini bagaimana sikap PKS ?

DI PKS, cara berfikir kita jangka panjang, jadi setiap langkah jangka pendek, kita selalu memikirkan dampaknya jangka panjang. Cara berfikir kita tidak lompat-lompat, kita selalu bertahap dan hasilnya di tiga kali pemilu, suara kita terus meningkat.

Kita pernah berada di posisi sebagai oposisi ketika megawati menjadi presiden, saat itu kita ditawari mentri agama, tapi kita menolak, dan pemilu selanjutnya suara kita meningkat.
Kita juga pernah berada di posisi sebagai koalisi, dan suara kita juga  tetap meningkat.
Bagi PKS, baik berada di oposisi atau di dalam koalisi, yang penting bagaimana kita tetap eksis. Sehingga meski berada di koalisi, kita tetap kritis, karena itu diatur dalam konstitusi. Hanya saja, kadang pihak lain merespo sikap kami secara berbeda-beda.

Terkait reshuffle, yang kita percayai, pertama itu adalah hak preogratif presiden. Namun itu tidak gratis, karena dia yang mengambil kebijakan, maka segala resiko menjadi tanggungjawabnya. Jangan sampai, dia yang mengambil kebijakan, lalau koalisi yang menanggung resikonya.
Yang kedua, reshuffle ini mengandung sebuah janji, maka janji adalah pertaruhan kredibilitas pemerintahan. Waktu pemerintahan saat ini, efektif hanya sekitar 2,5 tahun lagi. Dan waktu kerja efektif cabinet hanya 1,9 tahun lagi. Kalau pemerintahan tidak perform dalam dua tahun pertama, bagaimana dia bisa perform hanya dalam waktu 1,9 tahun lagi. Dengan kondisi oposisi dalam dua tahun pertama yang sangat lemah. Saat ini, oposisi tidak dapat mengimbangi pemerintahan secara keseluruhan. Jadi kerangka berfikir kita, Apakah reshuffle ini dapat meningkatkan kinerja ?

Lantas kok PKS terkesan spontanitas merespons kebijakan reshuffle ini ?

Sekali lagi, reshuffle ini bukan urusan PKS, ini urusan pemerintah yang mau menggunakan haknya, kita menyatakan begini tidak ada urusan pks, tapi cara berfikirnya adalah apa masalah utamanya ?? Sebenarnya ide utama reshuffle ini kan bagaimana mengurangi lemak-lemak yang ada seghingga pemerintah dapat bekerja lebih lincah.

Yang terjadi saat ini kan, isu reshuffle menjadi isu yang besar selama sebulan terakhir. Akibatnya, ada manuver manuver yang dilakukan oleh orang-orang yang terkait. Yang mau diresuffle melakukan manuver, dan orang-orang yang mendengar namanya masuk bursa pengganti melakukan manufer, sehingga presiden binggung sendiri.
Kalau mau reshuffle, ya seperti di lingkup pegawai negri saja, ganti mentrinya, langsung sertijab, tanpa di gembar-gemborkan seperti saat ini.

Lalu, bagaimana jika salah satu meteri dari pks di reshuffle ? 

Saat inikan tidak belum ada yang pasti, kita tidak bisa berandai-andai. Kita lihat saja nanti kalau memang benar-benar ada, baru kita mengambil kebijakan.

Bagaimana pertemuan antara presiden SBY dan presiden  partai PKS ? 

Hanya bicara biasa-biasa saja, membicarakanmasalah umum yang sepeerti di siarkan media-media itu.

Setelah ada wacana reshuffle, mengapa pks langsung mengadakan rapimnas ? apa karena untuk membahas, menteri kita di reshuffle lalu PKS mau berbuat apa ?

Tidak demikian, PKS memang begitu dalam setiap pengambilan keputusan, kita berdasarkan syuro. Jadi kita serahkan ke teman-teman seluruh Indonesia, ini ada waana reshuffle, bagaimana langkah kita . dan salah satu rekomendasi dari rapimnas, poin ke tiga itu, kita berada di dalam ataupun diluar kita tetap siap untuk membagun Indonesia.

*) sumber : www.jambiekspres.com

Minggu, 16 Oktober 2011

Aku Terpaksa Menikahinya..........

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. 
 
Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya.
 
Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. 
 
Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!


Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/ 

Sabtu, 15 Oktober 2011

Reshuffle Tanggung Jawab SBY

Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Grand Sahid Jakarta ditutup Sabtu (15/10) petang. Hasilnya bisa disimpulkan dalam tiga poin yang disampaikan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq kepada media menyikapi perkembangan politik nasional, termasuk persoalan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II (KIB II).

Poin-poin tersebut adalah, Pertama, forum Rapimnas telah melakukan evaluasi perjalanan koalisi yang didasarkan pada kompilasi atas dokumen, pola interaksi dan komunikasi dengan mitra koalisi. Berbagai catatan evaluasi telah dihasilkan, baik hal-hal yang sudah sesuai harapan maupun indikasi inkonsistensi dan penyimpangan yang terjadi.

Kedua, dalam merespon rencana reshuffle, sikap politik PKS dalam koalisi tetap berbasis pada kontrak politik yang telah disepakati baik yang bersifat normatif, code of conduct (piagam koalisi) maupun kesepakatan-kesepakatan khusus lain yang tercantum dalam perjanjian bilateral antara PKS dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Reshufle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden RI, Susilo Bambang Yudhono karena itu segala implikasi kebijakan  tersebut merupakan tanggung jawab Presiden RI sepenuhnya dan bukan tanggung jawab mitra koalisi atau yang lainnya,” tegas Luthfi.

Namun demikian, PKS berasumsi bahwa reshuffle kabinet dilakukan berdasarkan pertimbangan obyektif kenegarawanan , profesionalisme dan transparansi. Reshuffle juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja kabinet  dalam menghadapi persoalan-persoalan yang membelit pemerintahan akhir-akhir ini dan asumsi tantangan yang akan datang. Dan hal itu akan sangat mempertaruhkan kredibilitas Presiden.

“PKS akan merespon langkah-langkah reshuffle tersebut secara proporsional pada forum Majelis  Syuro, berdasarkan opsi-opsi dan masukan-masukan Rapimnas ini,” tambah Luthfi.

Ketiga, seluruh Jajaran Pimpinan PKS dari Pusat hingga Daerah serta kader-kadernya selalu siap bekerja untuk Indonesia dalam situasi apapun.


Senin, 03 Oktober 2011

Dakwah adalah cinta

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan  meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.

Kalau iman dan godaan  rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda
dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi
kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
besar.

Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

(alm. Ust Rahmat Abdullah)
Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya
harus mengalah.

In memoriam Ust. Rahmat Abdullah

Seri Twit Mahfudz Siddiq tentang Tamsil Linrung

  • Mau Kenal Tamsil Linrung? 
  • Periode 04-09 DPR lalu, saat saya menjabat Ketua Fraksi, FPKS serahkan gratifikasi sekitar 2 M ke KPK. Ini kebijakan tuk clean-govt. #TL
  • Anggota FPKS yg banyak serahkan gratifikasi adl Suswono dan Tamsil Linrung krn keduanya sbg unsur pimpinan di DPR. Ada juga Zulkiflimansyah. #TL
  • Gratifikasi diserahkan KPK artinye sdh diterima? Ya. Krn dlm praktek ada gratifikasi yg tdk bisa ditolak langsung. Biasanya dititipkan. #TL
  • Jalaludin Satibi, angt FPKS Kom 4 periode lalu dikucilkan banyak koleganya krn ungkap dana gratifikasi 20 juta saat kunker ke Sumsel. #TL
  • Tamsil Linrung adl aktivis juga pebisnis. Saat ditugaskan di Banggar periode lalu kami sdh sampaikan ujian dan fitnahnya akan banyak. #TL
  • Alhamdulillah Tamsil selalu konsultasi setiap ada persoalan dan rencana kebijakan. Kemampuan teknis anggarannya mmg mumpuni dan diakui. #TL
  • Periode ini Tamsil sbg waka Banggar DPR. Pimp di DPR bersifat kolektif dan prosesnya kolegial krn melalui pleno yg libatkan 80 anggota. #TL
  • Skrg mari kita lihat ulang dgn tenang kasus “Banggar Mogok”. Begitu istilah beberapa media massa. #TL
  • Ketika kasus suap Kemenegpora muncul krn tertangkap tangan KPK, disebut keterlibatan bbrp anggota Banggar. Oke? #TL
  • Jika itu suap or gratifikasi maka yg diproses hukum adl si penerima dan si pemberi. Keduanya sdg diproses KPK. #TL
  • Tapi KPK juga meminta keterangan pihak2 lain yg diduga terkait, diantaranya anggota Banggar. Bukan semua Pimp Banggar! #TL
  • Sisi lain. Stlh muncul kasus sesmenpora meledaklah isu Nazaruddin bak drama politik serial sepanjang 3-4 bulanan. Dahsyat memang!! #TL
  • Tiba2 menyeruak kasus gratifikasi THR Kemenakertrans. Nama Muhaimin katanya dicatut oleh staf khususnya. Besarnya 1.5 M. Media ramai! #TL
  • Pemberi dan Penerima dicocok dan diproses hukum KPK. Lalu muncul pihak2 lain yg diduga terkait. Isu mulai bergeser pelan2! #TL
  • Dalam proses hukum Sesmenpora, Menterinya dipanggil sbg saksi di persidangan. Pola yg sama nampak akan terulang di Kemenakertrans. #TL
  • Nah bgm uniknya kasus Kemenakertrans? Tiba2 KPK panggil 4 Pimp Banggar DPR. Pertanyakan proses RAPBN 2011 yg sdh jadi UU?? #TL
  • RAPBN diajukan oleh Presiden ke DPR. Lalu dibahas oleh Komisi dan Banggar bersama Pemerintah. Disetujui dlm Paripurna DPR sbg UU. #TL
  • Sbg UU, APBN lalu disahkan dan ditandatangani oleh Presiden! Pelaksanaannya kemudian menjadi tgjwb Pemerintah. DPR mengontrol. #TL
  • Dr kasus gratifikasi THR 1.5 M, KPK pertanyakan proses APBN senilai 1300 Trilyun ke 4 Pimp Banggar mewakili institusi Banggar. #TL
  • Lalu pemberitaan pun bergeser lagi ke “mafia Banggar DPR”. Isu mengkristal: Bubarkan Banggar !! #TL
  • Banggar bereaksi. Pertanyakan motif dan argumen KPK periksa 4 Pimp. Lalu proses RAPBN 2012 ditunda sd clear urusan ini. #TL
  • Lalu isu media heboh: “Banggar Mogok!” Case sebenarnya dan sebelumnya mulai redup. #TL
  • Peta persoalan melebar krn KPK juga panggil Menteri Keuangan. Ditambah isu KPK tolak hadir undangan rapat konsultasi dgn DPR. #TL
  • Mungkin KPK juga akan panggil Presiden krn ikut menandatangani UU APBN. Pastinya – kalau kejadian – tambah ramai! #TL
  • Apa alasan KPK panggil Banggar dlm kasus Kemenakertrans? Krn ada penambahan anggaran 500 M dlm APBN. #TL
  • Dlm pembahasan RAPBN antara DPR dgn Pemerintah, dimungkinkan perubahan besaran alokasi sesuai mekanisme. Itu hal biasa. #TL
  • Tapi jika dlm case sesmenpora yg diperiksa anggota, tapi case kemenakertrans yg diperiksa Pimp Banggar wakili institusi. #TL
  • Mari bedakan proses penyusunan RAPBN yg libatkan DPR dgn pelaksanaan APBN yg domain Pemerintah. #TL
  • Jika dlm pelaksanaan anggaran oleh Pemerintah ada kasus KKN, maka itu kasus yg libatkan oknum personal bukanb institusi. #TL
  • Tapi pola penanganan kasus hukum kemenakertrans oleh KPK telah meluaskaan persoalan shg jadi kabur. #TL
  • KPK memang bisa lakukan ini dgn kewenangan super-body nya sbg lembaga ad hoc. Namun memicu pertanyaan seputar motif?! #TL
  • Dan opini publik segera tergiring DPR vs KPK! Tak akan jelas ujungnya. Termasuk kasus pokoknya ?! #TL
  • Penanganan kasus hukum Sesmenpora dan Kemenakertrans mestinya tuntaskan dulu aktor utama penerima dan pemberi suap or gratifikasi. #TL
  • Jika sdh terbukti secara hukum, baru KPK perluas ke aktor2 lanjutan baik di eksekutif, legislatif maupun pihak ketiga. #TL”
  • Dgn pola penanganan kasus seperti sekarang, menurut saya ada bbrp hal yg terjadi dan harus dikritisi cermat! #TL
  • Maaf TL saya tadi terputus krn habis batere dan harus mimpin rapat dgn Menhan di Komisi 1 bahas RAPBN 2012.
  • Dgn pola penanganan kasus seperti sekarang, menurut saya ada bbrp hal yg terjadi dan harus dikritisi cermat! #TL”
  • Pertama, penanganan kasus dugaan suap or gratifikasi di kemenakertrans saat ini menjadi bias dan tdk fokus. Bahkan isu media melebar. #TL
  • Kedua, pola ini ciptakan kontraksi relasi antar lembaga. Sesuatu yg mestinya diminimalisir di tengah persoalan besar lainnya. #TL
  • Ketiga, pola ini menggeser opini publik dan media dari kasus pokok yaitu kemenakertrans dan kemenegpora, termasuk soal Nazarudin. #TL
  • Keempat, terjadi distorsi opini publik dan media ttg hakikat persoalan yg ingin disampaikan oleh institusi Banggar. #TL
  • Kelima, berkembang analisis motif2 politik dari para pihak yg berkontraksi. Saling mempertanyakan dgn prasangka negatif. #TL
  • Keenam, mengkristalnya arus pandangan Pro dan Anti KPK. Sesuatu yg tdk boleh terjadi apalagi dikembangkan. Juga thd DPR. #TL
  • Ketujuh, solusi rapat konsultasi antar lembaga menjadi macet. Ini tdk bagus untuk semua, termasuk untuk KPK. #TL
  • Nah itu pandangan pribadi saya seputar masalah penanganan kasus korupsi yg diduga terjadi di kemenegpora dan kemenakertrans. #TL 
  • Anda bisa punya pandangan berbeda. Tapi tak salah tuk coba melihat secara jernih tanpa prasangka. Sambil tunggu proses hukum oleh KPK. #TL 
  • Dan media massa sgt berperan tuk bangun obyektivitas opini publik thd berbagai persoalan penegakan hukum di negeri tercinta ini. #TL 
  • Saya pribadi sgt hargai ragam pendapat yg ada. Sbg modal rajut energi bangsa benahi negeri ini dgn tuntas. #TL